Paradigma dan Prinsip Epidemiologi

Paradigma dan Prinsip Epidemiologi Kesehatan Lingkungan

Paradigma dan prinsip epidemiologi ialah keseluruhnya konseptual rangka di mana periset bisa bekerja, yakni paradigma bisa dipandang. Seperti “mekanisme landasan keyakinan atau penglihatan dunia yang membantu periset”.prinsip

Anggapan filosofis yang memberikan dukungan empat paradigma yang lain dari ilmu-positivisme, realisme, konstruktivisme dan teori gawat.

Baca Juga: Paleo atau Diet Purba

Memicu empat paradigma ialah pertanyaan mengenai pembuatan pengetahuan: bagaimana dapat penemuan dari 1 project riset digeneralisasi untuk keadaan lain. Di bagian pertama dari 4 paradigma, positivisme, pengetahuan statistik umum untuk komunitas dengan riset statistik penilaian mengenai kenyataan gampang dijangkau. Arah paradigma realisme untuk menggeneralisasi untuk asumsi teoritis dan tidak.

Kesehatan lingkungan mencakup proses penyakit yang kompleks, banyak yang menyertakan hubungan di antara faktor-faktor resiko, terhitung eksposur toksin, bakteri, dan liabilitas.

Permodalan dan Program amanat untuk studi kesehatan lingkungan harus diperlebar untuk meliputi bakteri untuk tangkap ruangan cakupan yang betul ini resiko yang bertumpang-tindih, hingga membuat investasi riset lebih efisien dengan keterkaitan yang semakin besar dengan komplikasi eksposur dunia riil dan hasil kesehatan multifaktorial.

Paradigma terbagi dalam beberapa komponen berikut ini: ontologi, epistemologi, metodologi, dan, sistem. Ontologi ialah studi jadi. Anggapan ontologis sedih dengan yang adalah kenyataan, dalam kata lain apa yang ada.

Periset perlu ambil status berkenaan pemahaman mereka mengenai bagaimanahal sesungguhnya dan bagaimana beberapa hal yang betul-betul bekerja. Epistemologi terkait dengan karakter dan wujud pengetahuan. Tiap paradigma didasari pada asumsi-asumsi ontologis dan epistemologis sendiri.

Metodologi ialah taktik atau gagasan perlakuan yang berada ada di belakang opsi dan pemakaian sistem spesifik. Dengan begitu, metodologi terkait dengan kenapa, apa, darimanakah, kapan dan bagaimana data dihimpun dan dikaji. Sistem ialah beberapa tehnik spesial dan proses yang dipakai untuk kumpulkan dan menganalisa data.

Data yang dihimpun akan baik memiliki sifat kualitatif atau kuantitatif. Seluruh paradigma bisa dipakai baik kualitatif serta kuantitatif Data.

Sistem riset bisa dijelajahi kembali lagi lewat metodologi dan epistemologi, ke status ontologism, hal tersebut ialah tidak mungkin untuk terjebak berbentuk apa saja dari riset tiada lakukan (kerap implisit) untuk ontologis danposisi epistemologis.

Jadi, bisa diambil kesimpulan jika paradigma kesehatan lingkungan yakni memvisualisasikan jalinan interaktif di antara bermacam elemen lingkungan dengan dinamika sikap warga. Mode jalinan bermacam faktor dengan hadirnya penyakit, adalah landasan untuk riset peristiwa sehat-sakit pada suatu daerah dan adalah beberapa batasan yang pasti dalam kesehatan lingkungan.

Pandemiologi ialah studi mengenai distribusi dan determinan negara yang terkait dengan kesehatan atau kejadian dalam komunitas spesifik, dan program riset ini untuk mengatur permasalahan kesehatan.

Pandemiologi ialah disiplin pengetahuan dengan sistem suara penyidikan ilmiah pada fondasinya. Pandemiologi ialah data-driven dan tergantung pada pendekatan yang struktural dan netral untuk penghimpunan, riset, dan interpretasi data.

Sistem pandemiologi landasan condong memercayakan pengamatan yang jeli dan pemakaian barisan pembeda yang benar untuk memandang apa apa yang dilihat, seperti jumlah masalah penyakit di wilayah spesifik sepanjang periode waktu spesifik atau frekwensi eksposur di antara beberapa orang dengan penyakit, berlainan atas sesuatu yang bisa diinginkan.

Tetapi, pandemiologi merujuk pada sistem dari sektor ilmiah yang lain, terhitung biostatistik dan informatika, dengan biologis, ekonomi, sosial, dan pengetahuan sikap, pandemiologi kerap dilukiskan selaku pengetahuan landasan kesehatan warga, dan untuk fakta yang bagus.

Pertama, pandemiologi ialah disiplin kuantitatif yang tergantung pada pengetahuan mengenai kemungkinan, statistik, dan sistem riset suara.

Ke-2 , pandemiologi ialah sistem penalaran kausal berdasar meningkatkan dan mengetes tesis didasari pada sektor pengetahuan seperti biologi, pengetahuan sikap, fisika, dan ergonomi untuk menerangkan sikap yang terkait dengan kesehatan, negara, dan acara.

Tetapi, pandemiologi tidak cuma aktivitas riset tapi adalah elemen integral dari kesehatan warga, memberi landasan untuk arahkan perlakuan kesehatan warga ringkas dan sama berdasar ilmu dan pengetahuan dan penalaran kausal.

Pertama kali riset pandemiologi di lingkungan pemasti penyakit diawali pada zaman kekinian dengan interograsi oleh John Snow yakni dengan mempelajari air minum yang diperhitungkan pemicu pandemi kolera di London, Inggris di tahun 1850-an.

Pandemiologi lingkungan sebenarnya sudah alami sedikit dari perombakan sepanjang 20 tahun akhir, sebab kecemasan warga dan kebutuhan ilmu dan pengetahuan yang sudah tumbuh berkenaan imbas kesehatan prospektif dari udara, air, tanah,dan kontaminan makanan, dan yang terkait dengan lingkungan yang keadaannya berlangsung pada rasio global, khususnya perombakan cuaca.

Banyak monograf dan kelompok masalah riset sudah diterbitkan pada factorfaktor lingkungan dan kesehatan, tetapi ada keperluan yang menonjol untuk struktural buku yang mengulas baik metodologi dan content yang detil dalam faktor lapangan.

Perubahan pengetahuan pandemiologi kuat dengan hambatan-hambatan sebab belum seluruh pakar sektor kedokteran sepakat sistem yang di pakai pada pandemioogi.

Ini dikarenakan oleh ketidaksamaan paradigma dalam tangani permasalahan kesehatan di antara pakar penyembuhan dengan sistem pandemiologi khususnya di saat berfungsinya paradigma jika penyakit berasal dari arwah jahat.

Kesuksesan tembus paradigma itu karena perjuangan yang gigih beberapa periset populer di saat itu. Seperti seputar 1000 SM Cina dan India sudah memperkenalkan variolasi, Era ke 5 SM tampil Hipocrates yang mengenalkan bukunya mengenai air,water and places, seterusnya Galen lengkapi dengan factor atmosfir, factor intern dan factor predisposisi.

Era 14 dan 15 berlangsung karantina bermacam penyakit yang di perintisi oleh V. Fracastorius dan Sydenham, seterusnya di tahun 1662 John Graunt mengenalkan pengetahuan biostat dengan menulis kematian PES dan data metriologi.

Di tahun 1839 William Farr meningkatkan riset statistik, matematik dalam pandemiologi dengan meningkatkan mekanisme penghimpunan data teratur mengenai jumlah dan pemicu kematian dibanding skema kematian di antara beberapa orang yang menikah dan tidak, dan di antara karyawan yang lain tipe kerjanya di inggris.

Usaha yang sudah dikerjakan untuk meningkatkan mekanisme penilaian penyakit secara terus-terusan dan memakai info itu untuk rencana dan penilaian program sudah mengusung nama William Farr selaku “the founder of kekinian pandemiology”.

Seterusnya di tahun 1848, John Snow memakai sistem Pandemiologi dalam menjawab pandemi cholera di London, Selanjutnya berkembang usaha vaksinasi, riset pandemi, paling akhir pemakaian sistem pandemiologi pada penyakit keracunan dan kanker.

Perubahan pandemiologi surveylans sesudah perang dunia II diikuti perubahan pandemiologi spesial. Hal yang juga sama dikerjakan Edwin Chadwik Di tahun 1892 yakni lakukan penelitian mengenai permasalahan sanitasi di inggeris, dan Jacob henle, robert koch, Pasteur meningkatkan teori contact penyebaran.

Pada tengah dan akhir 1800-an, sistem pandemiologi mulai diaplikasikan dalam penyidikan berlangsungnya penyakit. Pada waktu itu, sejumlah besar periset fokus pada penyakit infeksi kronis.

Pada 1930-an dan 1940-an, pakar pandemiologi diperpanjang sistem mereka pada penyakit menyebar. Masa semenjak Perang Dunia II sudah menyaksikan satu ledakan dalam peningkatan sistem riset dan teoretis pandemiologi.

Pandemiologi sudah diaplikasikan untuk semua bentang hasil yang terkait dengan kesehatan, sikap, serta pengetahuan dan sikap.

Riset kanker paru-paru menyambungkan Doll dan Hill untuk studi penyakit kardiovaskular dan asap di antara warga Framingham, Massachusetts7 ialah dua contoh bagaimana periset pelopor sudah mengaplikasikan sistem pandemiologi penyakit akut semenjak Perang Dunia II.

Sepanjang tahun 1960-an dan awalnya 1970-an tenaga medis yang diaplikasikan sistem pandemiologi untuk memberantas alami cacar. Ini ialah satu prestasi dalam pandemiologi yang diaplikasikan proporsinya dan tidak pernah berlangsung awalnya.

Pada 1980-an, pandemiologi diperpanjang untuk studi luka dan kekerasan. Pada 1990-an, sektor berkaitan molekuler dan genetik pandemiologi (peluasan pandemiologi untuk menyaksikan lajur spesifik, molekul dan gen yang memengaruhi resiko penyakit) berakar.

Saat itu, penyakit menyebar lagi melawan pandemiologi selaku agen infeksi baru tampil (virus Ebola, virus Human Immunodeficiency (HIV) / Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS), di analisis (Legionella, Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), atau dirubah (obat-tahan Mycobacterium tuberculosis, Avian influenza). Diawali di tahun 1990-an dan percepat sesudah gempuran teroris 11 September 2001, pandemiologi harus menimbang bukan hanya transmisi alami organisme menyebar dan juga menebar disengaja lewat peperangan biologis dan bioterorisme.