65 Jenis Perawatan Kesehatan FisikJenis Perawatan Kesehatan Fisik merupakan berbagai macam-macam perawatan untuk membantu memulihkank fungsi tubuh yang berkurang.

Perawatan fisik yang baik salah satunya adalah mengurangi kebutuhan obat yang harus di gunakan dalam perawatan. Perawatan fisik ini dapat kalian peroleh di berbagai rumah sakit yang menyediakan fisioterapi.

Dan pastinya perawatan ini harus melalui saran dokter yang mengetahui memiliki informasi lengkap akan pasien yang sedang mengalami masalah pada fisiknya. Baca juga: Manfaat Kesehatan dari Aromaterapi

Jenis Perawatan Untuk Menjaga Kesehatan Fisik

Perawatan Fisik juga diberikan kepada penderita penyakit yg berhubungan dengan saraf, misalnya penyakit yg menyebabkan pola jalan salah dan otot lemah, penderita yg mengalami gangguan pada saraf tepi, radang selaput otak, sumbatan jalur di otak, dan lainnya.

Di klinik Perawatan Fisik, terapis akan mengajarkan pasien bagaimana melakukan gerakan badan yg benar. Untuk gerakan yang di lakukan biasanya seperti:

  • duduk
  • berdiri
  • jalan
  • lari, dan sebagainya.

Mengenai frekuensi, tak ada patokan berapa kali seorang anak harus menjalani Perawatan Fisik. Tergantung kondisinya. Jika datang dengan knodisi yang telah parah, pastinya terapi fisik akan memerlukan waktu yang cukup lama. Lain halnya untuk orang yang sudah tua, dimana mereka berusaha untuk mencegah penyakit fisik sejak dini.

Yg tidak kalah penting adalah perawatn fisik harus di lakukan oleh dokter yang memiliki riwayat klinis dari pasien. Terapi yang di lakukan dengan dokter seperti itu akan membuat proses perawatan berjalan dengan baik Terapis sebaiknya bekerja sama dengan dokter yg terkait. Jika sudah begitu, pastikan kalian tanyakan kepada dokter, perawatan apa saja yang baik untuk kondisi kalian.

Aneka Jenis Perawatan Fisik

1. Exercise Therapy atau Terapi Latihan

Penyembuhan Dengan Fisiotherapi yang satu ini di manfaatkan untuk mengembalikan pergerakan anggota badan agar menjadi lebih kuat dan normal. Biasanya pada anak akan melakukan gerakan-gerakan pada bagian tubuh kaki dan juga tangannya. Setelah dapat melakukan gerakan tersebut dengan lancar, maka tingkat lanjut dari latihan tersebut di lakukan dengan hal seperti:

  • berdiri
  • melangkah
  • berjalan
  • lari kecil, dan seterusnya

Sebaagi contohnya, pada penderita patah kaki, biasanya penderita akan mengalami kesulitan berjalan setelah sembuh, dan dengan melakukan perawatan fisik, sang penderita akan dapat berjalan dengan normal secara perlahan.

Latihan yg di lakukan memiliki tujuan untuk menjaga otot dan fungsinya untuk tidak mudah kaku dan dapat di gunakakn dengan normal. Hal ini perlu dilakukan karena kaki patah yg dipasangi gips umumnya akan mengalami pengecilan otot, sehingga kekuatannya pun berkurang. Lewat terapi yg dilakukan sambil bermain akan kelihatan bagian mana yg mengalami penurunan fungsi.

2. Heating Therapy atau Terapi Pemanasan

Sesuai dengan namanya, Penyembuhan Dengan Fisiotherapi ini memanfaatkan kekuatan panas yg biasanya digunakan pada kelainan kulit, otot, maupun jaringan badan bagian dalam lainnya. Penggunaannya tentu saja disesuaikan dengan tingkat keluhan. Apabila hanya ada bagian kulit, maka untuk pemanasannya akan menggunakan IRR atau radiasi ifra merah.

Bila gangguan terjadi pada otot, digunakanlah micro diathermy atau diatermi mikro.Dan apabila terdapat gangguan yang muncul pada bagian terdalam seperti rangka badan, maka harus menggunakan short wave diatherny. Intinya, jenis terapi yg dilakukan akan disesuaikan dengan hasil diagnosis.

Terapi pemanasan biasanya diberikan bersamaan dengan jenis terapi lain. Seperti pada terapi inhalasi untuk anak-anak dengan gangguan lendir pada jalur napas; pada nyeri otot maupun sendi. Bila dikombinasikan dengan bentuk pengobatan lain tentu lebih menguntungkan karena dosis obat yg harus diminum anak jadi lebih kecil untuk meminimalisir efek negatifnya.

3. Electrical Stimulations Therapy atau Terapi Stimulasi Listrik

Terapi yang di pakai memakai aliran listrik dengan dayabkecil akan tepat di pakai pada anak yang ototnya lemah, dan biasa di sebabkan oleh patah tulan dan juga kerusakan otot dan saraf. Cara penggunaannya, dengan menempelkan aliran listrik pada otot-otot untuk mengatasi rasa nyeri. Terapi Elektrik ini di manfaatkank untuk menjaga massa otot dan tidak merangsang sel eregenrasi secara langsung.

Pada pasien anak yg menderita gangguan pernapasan, terapi ini pun dapat digunakan untuk pengobatan. Efeknya, sirkulasi darah di rongga dada dan jalur pernapasan menjadi lebih lancar, sehingga bisa membantu relaksasi serta membantu mengeluarkan lendir dari jalur pernapasan, sehingga akan mempercepat proses penyembuhan.

4. Cold Therapy atau Terapi Dingin

Terapi dingin biasanya di lakukan pada anak yang masih pada tingkat akut amupun saat proses peradangan yang membuat sakit yang di deritanya tidak menjadi kronis. Terapi tersebut biasanya di manfaatkan untuk perawatan otot saja yang di sebabkan oleh memar. .

Dan untuk terapi ini di pakai untuk mengempiskan bengkak, oleh sebab itu apabila yang memiliki benjol akibat benturan, hal terbaik dalam mengobatinya adlah menggunakan kompresan air dingin. Akan tetapi terapi yang satu ini harus di awasi dengan ketat, agar dingin yang berlebih tidak merusak jaringan otot dan lainya.

5. Chest Physiotherapy atau Terapi Bagian Dada

Anak dengan keluhan batuk-pilek biasanya mendapat chest physiotherapy yg bermanfaat membersihkan jalur pernapasan dan memperbaiki pertukaran udara. yg termasuk dalam Perawatan Fisik ini di antaranya inhalasi/nebulizer, clapping, vibrasi dan postural drainage.

Inhalasi yaitu memasukkan obat-obatan ke dalam jalur pernapasan melalui penghirupan. Sehingga partikel obat di urai lebih dulu menggunakan alat yang memiliki nama nebulizeer sampai menjadi sebuah molekul dalam bentuk uap. Uap tersebut lalu di hirup dan masuk ke jalur pernapasan, hal ini dapat mengencerkan dahak dan keuntungan lainnya dapat di lakukan dengan menggunaknan dosis obat yang kecil.

Obat-obat inhalasi yg umum diberikan adalah obat untuk melonggarkan jalur napas, pengencer dahak, dan NaCl sebagai pelembab jalur napas. Sedangkan lamanya setiap inhalasi cukup sekitar 10 menit.

Sertai pula dengan pengaturan posisi anak (postural drainage), semisal anak ditengkurapkan dengan posisi kepala lebih rendah dari badan. Hingga lendir tersebut bisa mengalir ke cabang pernapasan utama sekaligus lebih mudah untuk dibatukkan. Terapi ini cukup menguntungkan karena pada umumnya anak tidak dapat mengeluarkan ludah dan lendir yang menyebabkan tersumbatnya jalur pernapasan.

6. Hydro Therapy atau Aquatik Therapy

Terapi memakai air dapat bermanfaat untuk anak-anak yang memiliki masalah pada gangguan pergerakan karena spastisitas seperti Cerebral Palsy. Dan juga bermanfaat untuk anak yang mengalami masalah berjalan, dan hal yang wajib di lakukan sebelum terapi ini adalah menanyakan kepada dokter tentang kondisi yang tepat untuk melakukan terapi.

Untuk dapat berjalan, anak tentu saja harus melalui berbagai tahapan yg dimulai dengan tengkurap, duduk, merangkak sampai berdiri.

Jika anak mengalami masalah bergerak saat secara normal, di dalam air ia akan menjadi lebih mudah bergerak Dengan begitu, terapi in di harapkan dapat membantu anak menjadi lebih mudah bergerak dengan normal.  Meskipun tidak semua anak dengan gangguan tersebut bisa diberikan hidro terapi air, tapi terapi ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif.

7. Orthopedhic dan Rheumathoid Arthritis

Kenyataanya Perawatan Fisik Ortopedik ini sangat baik untuk gangguan pada tulang dan juga otot yang di sebabkan oleh patah tulang dan sebagainya. Biasanya Fiosioterapi ini dilakukan dalam bentuk latihan-latihan gerakan, pijat, dan peregangan.

Dapat juga dibarengi dengan ultrasound (gelombang suara berfrekuensi lebih tinggi dari yg bisa didengar manusia) dan pemanasan untuk melepaskan perlengketan/gumpalan di leher. Perawatan Fisik ini dapat diterapkan sejak bayi berusia 2 minggu.