Obat Yang Kurang Efektif

Obat Yang Kurang Efektif

Obat Yang Kurang Efektif Bila Sedang Menggunakan Suplemen St. John’s Wort

Beberapa negara melarang atau harus melalui resep dokter selain itu obat yang kurang efektif ketika menggunakan Suplemen St. John’s Wort.

St. John’s wort ialah suplemen herbal dari tumbuhan berbunga Hypericum perforatum yang kerap dipakai untuk menurunkan stres. Ramuan ini telah dipakai semenjak beratus-ratus tahun lalu.

Gabungan St. John’s Wort (SJW; Hypericum perforatum L; Clusiaceae) dengan bermacam kelompok obat bisa memacu hubungan yang bikin rugi, seperti serotonin syndrome. St. John’s Wort ialah obat berbasiskan tanaman herbal yang sudah dipakai di penjuru dunia dan diklaim efisien untuk bermacam keadaan klinis, seperti stres, insomnia, iritasi kulit, hemoroid, cedera bakar, sindrom premenstruasi, dan masalah somatik.

Faedah therapy SJW didapatkan dari elemen zat aktif hypericin, derivat phloroglucionol, flavonoid, hyperoside, rutoside, miquelianin, dan quercitrin. Dari elemen itu, hypericin, hyperforin, dan flavonoid dipandang seperti bahan aktif khusus yang selanjutnya ditingkatkan untuk industri komersial. Tetapi, faedah SJW dituruti bermacam resiko hubungan obat. Tahun 2000, satu riset pertamanya kali memberikan laporan ada hubungan obat di antara SJW dan siklosporin yang mengakibatkan penampikan hasil transplan jantung. Ini dituruti perubahan penemuan lain seperti hubungan SJW dengan obat antidepresan, kontrasepsi oral, obat antipsikotik, dan opioid.

Merilis Healthline, suplemen St. John’s wort memiliki kandungan beberapa bahan aktif, terhitung hypericin, hyperforin, dan adhyperforin yang bisa tingkatkan bahan kimia otak spesifik, seperti serotonin, dopamin, dan norepinefrin, yakni senyawa pembangkit situasi hati.

Sayang, beberapa riset memberikan laporan jika suplemen St. John’s wort mempunyai hubungan dengan beberapa beberapa obat umum, bahkan juga bisa mengakibatkan efek yang serius seperti turunkan efektifitas obat dan memunculkan masalah kesehatan lain.

Proses Hubungan Obat Yang Kurang Efektif¬† Dengan St. John’s Wort

Hubungan obat dengan St. John’s Wort (SJW) pertamanya kali disampaikan terkait dengan metabolisme CYP3A4 dan P-gp-transported drugs yang diketemukan pada masalah ketidakberhasilan transplantasi jantung dan hepar pada pasien yang memakai siklosporin. Masalah lain mengatakan ada perdarahan dan kehamilan yang tidak diharapkan, walau pasien sudah memakai kontrasepsi oral.

Proses farmakologi hyperforin dalam SJW sanggup menginduksi CYP3A4, CYP2C9, CYP2C19 dan P-gp, yang dalam kandungan spesifik terkait langsung dengan hubungan pada obat yang lain dimetabolisme oleh isoenzim CYP450 dan ditransportasikan oleh ABCB1 (P-gp). Induksi hubungan ini diperhitungkan terkait dengan jumlah, hingga konsumsi SJW dengan kandungan hyperforin rendah semestinya akan menolong menghindar hubungan farmakokinetik yang tidak diharapkan.

Peresepan di Indonesia

Merujuk pada European Pharmacopoeia dan Traditional Herbal Registration (THR) beberapa negara di Eropa dan Inggris, SJW sudah tercatat dan disepakati selaku obat. Pemakaiannya sendiri bisa memiliki sifat diresepkan atau selaku obat over the konter (OTC) untuk therapy stres enteng sampai sedang. Tentang hal peredaran luas bahan yang tidak standard khususnya di internet tidak bisa digolongkan selaku obat.

Merujuk pada ketentuan Tubuh Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) semenjak tahun 2004, SJW masuk di dalam perincian bahan yang tidak boleh dipakai dalam pelengkap makanan atau obat tradisionil. Ini bermakna SJW belum disepakati untuk dipakai di Indonesia.

Sebab fakta ini, beberapa negara larang pemakaiannya atau cuman dapat diperoleh melalui resep dokter. Nah, apa daftar obat yang dapat berhubungan negatif dengan suplemen St. John’s wort? Ini penjelasannya!

  • Obat yang bisa tingkatkan serotonin seperti fenfluramine, nefazodone, paroxetin, pentazocine, dan sebagainya. Suplemen St. John’s wort punyai kekuatan untuk tingkatkan kandungan serotonin pada tubuh, hingga konsumsinya bertepatan dengan beberapa obat itu bisa mengakibatkan kelebihan serotonin (sindrom serotonin). Tanda-tandanya ialah ketidaktahuan, demam, halusinasi, mual, kehilangan pengaturan, berkeringat, dan gemetaran
  • Obat untuk menangani kekhawatiran seperti alprazolam. St John’s wort bisa tingkatkan kecepatan badan hilangkan kerja obat itu, hingga bisa turunkan efektifitasnya
  • Obat yang bisa tingkatkan kesensitifan pada cahaya matahari seperti asam aminolevulinic. Obat itu bisa membuat kulit peka pada cahaya matahari, begitupun St John’s wort, hingga konsumsinya secara bertepatan dapat tingkatkan resiko kulit terbakar, melepuh, atau muncul ruam
  • Kontrasepsi seperti pil KB. Pada beberapa pil KB yang memiliki kandungan estrogen, suplemen St John’s wort bisa meningkatkanya solusinya. Gabungan ke-2 nya bisa turunkan efektifitas pil KB
  • Obat yang bisa perlambat pembekuan darah seperti warfarin. Suplemen St John’s wort bisa tingkatkan perpecahan warfarin pada tubuh, hingga turunkan efektifitas performa obat. Ini bisa mengakibatkan pembekuan darah
  • Beberapa obat yang dipakai untuk penyakit jantung seperti digoxin, yakni obat yang menolong jantung berdetak lebih kuat. St John’s wort bisa turunkan peresapan digoxin oleh badan, hingga efektifitas obat turun
  • Obat untuk menyembuhkan kanker, seperti irinotecan, mana yang suplemen St John’s wort dapat percepat perpecahan obat itu, jadikan kerja obat turun
  • Obat untuk HIV/AIDS, seperti nevirapine, delavirdine, efavirenz, amprenavir, nelfinavir, ritonavir, dan saquinavir. Suplemen St John’s wort bisa tingkatkan kecepatan badan untuk merusak beberapa obat itu, hingga kerja obat jadi tidak optimal
  • Obat penurun ngilu (obat narkotik) seperti meperidine, hidrokodon, morfin, oxycontin, dan lain-lain. Suplemen St John’s wort akan turunkan kecepatan badan untuk merusak beberapa obat itu, hingga kurangi efektifitas obat untuk hilangkan merasa sakit
  • Obat sedatif atau penenang, yakni obat yang mengakibatkan mengantuk. Suplemen St John’s wort dapat turunkan kerja obat itu. Meskipun begitu, ini masih dijumpai pemicunya

cuman meringkas sejumlah kecil obat yang mempunyai potensi memunculkan permasalahan mayor bila digabungkan dengan St. John’s Wort (SJW). Edukasi berkenaan resiko hubungan obat herbal dengan tata seperti farmakologi khusus pada bermacam keadaan klinis penting untuk pastikan efikasi penyembuhan dan menahan dampak yang mencelakakan pasien. Pasien perlu sampaikan kisah pemakaian obat herbal untuk cari kekuatan hubungan obat yang bikin rugi.

Ringkasan

St. John’s Wort (SJW) ialah obat herbal yang sering dipakai di penjuru dunia selaku suplementasi pada bermacam keadaan klinis, seperti stres, insomnia, dan hemoroid. Tetapi, SJW sudah diketemukan berhubungan dengan bermacam obat lewat perombakan metabolisme CYP450 dan transport P-gp.

Pada umumnya masalah, SJW akan mengakibatkan pengurangan fokus serum dari obat, hingga turunkan efikasinya. Misalkan, bila SJW digabungkan dengan amiodarone, taldalafil, tacrolimus, nikardipin, atau nifedipine. SJW dapat menginduksi serotonin syndrome bila dipakai bersama bermacam kelompok obat, seperti antidepresan, ondansetron, dan tramadol.

Konsentrat SJW bisa dibuktikan mempunyai efektifitas yang serupa dengan antidepresan terutamanya SSRI pada masalah stres enteng sampai sedang. Dibanding antidepresan, konsentrat SJW mempunyai profile keamanan yang lebih bagus dengan angka peristiwa adverse moments yang lebih rendah.

Tetapi, sampai sekarang ini belum ada standarisasi pemakaian tipe konsentrat dan jumlah yang dipakai. Disamping itu ada resiko berlangsungnya hubungan konsentrat SJW dengan obat antidepresan yang diresepkan yang bisa mengakibatkan sindrom serotonin dan secara prospektif mencelakakan jiwa. Hal yang lain perlu mendapatkan perhatian ialah belum ada peraturan yang menyepakati pemakaiannya di Indonesia.

Itu beberapa macam obat yang mempunyai hubungan negatif bila dimakan bersama-sama dengan suplemen St John’s wort. Karenanya, konsumsinya harus di bawah pemantauan dokter, ya!

Agar bisa mendapatkan informasi lengkap tentang kesehatan, maka anda bisa langsung kunjungi situs https://kesehatantubuh.org